Workshop Sitasi & References

 

Workshop Sitasi dan References
Tanggal diselenggarakan:

10-12, 15 & 16 Juli 2019

Sesi 1 : 09.00 – 10.30 WIB
Sesi 2 : 10.30 – 12.00 WIB
Sesi 3 : 16.30 – 18.00 WIB
Sesi 4 : 18.00 – 19.30 WIB

Peserta dibatasi Persesi = 25

Pendaftaran & Upload Pembayaran :
e-learning.buddhidharma.ac.id

Pembayaran :
Virtual Account (Rp. 30.000)

WAJIB : MAHASISWA YANG SEDANG SKRIPSI ATAU AKAN MENGAMBIL SKRIPSI

Informasi :
Telp. 021 5517853 ext.1020
Email : training.center@ubd.ac.id
Gedung A, Lantai 2 Ruang BSTI

Kemenhub Kaji Penggunaan Satelit Nano Dukung Sektor Perhubungan

Jumat, 29 Maret 2019 18:51 WIB

https://www.antaranews.com/berita/817458/kemenhub-kaji-penggunaan-satelit-nano-dukung-sektor-perhubungan

 

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perhubungan mengkaji penggunaan satelit nano untuk mendukung sektor perhubungan mulai dari darat, laut dan udara.

Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) Rosita Sinaga dalam FGD mengenai satelit nano di Jakarta, Jumat, mengatakan pihaknya akan membuat tim kecil untuk mengkaji implementasi teknologi satelit nano bagi bidang perhubungan.

“Karena manfaatnya, kita perlu diskusi lebih lanjut. Kita akan buat tim kecil agar ini bisa diimplementasikan,” katanya.

Ide mengenai penggunaan satelit nano di bidang perhubungan muncul dari pemenang Transhub Challenge, Mata Garuda. Perusahaan rintisan (startup) digital itu memiliki konsep untuk membangun satelit nano sehingga dapat menyediakan jaringan Internet of Things (IoT) yang terintegrasi secara masif.

Khusus di bidang transportasi, jaringan IoT akan dapat memberikan data mengenai posisi pesawat, hingga titik kemacetan di jalan raya secara “real time”.

Chief of Technology Officer (CTO) Mata Garuda William Tansil menjelaskan penggunaan layanan yang startup itu kerjakan akan meliputi pemantauan hingga bisa untuk penyediaan akses internet dengan tambahan perangkat sensor khusus.

“Contoh pesawat mengirim sinyal untuk memberitahu posisi mereka. Dengan satelit nano, sinyal itu bisa tertangkap dan dari satelit itu nanti dikirim informasinya sehingga bisa kelihatan real time posisi pesawat ada di mana,” jelas William.

Untuk mengimplementasikan konsep tersebut, Mata Garuda akan bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dan sejumlah pemangku kepentingan terkait termasuk Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Airnav.

“Harapannya semoga Indonesia bisa memiliki satelit sendiri yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan salah satunya di bidang transportasi dan mungkin bisa dikembangkan di bidang IoT sehingga harga komunikasi bisa semakin murah atau bahkan gratis,” kata William.

Kepala Bidang Diseminasi Lapan Wahyudi Hasbi mengatakan potensi pengembangan satelit nano sangat besar di masa depan. Satelit nano yang berukuran kecil, sekitar 10×10 cm dengan berat 1-10 kg membuat harganya jauh lebih murah.

“Satelit kecil begini dengan teknologi baru kini umurnya bisa sampai 7 tahun sehingga lebih efisien dan ekonomis. Satelit nano juga bisa di-‘customized’ sehingga penggunaannya bisa lebih spesifik,” jelasnya.

Selain itu, pangsa pasar satelit nano juga disebutnya cukup besar karena hampir setiap tiga bulan ada peluncuran satelit nano baru di berbagai negara. Satelit nano, lanjut Wahyudi, juga sangat cocok untuk penyediaan layanan data dan IoT.

“Makanya saat ini banyak startup muncul dengan ide seperti ini. Tapi di Indonesia mungkin baru ini startupnya. Kemudian ada satu lagi di Surya University yang akan meluncurkan satelit nano mereka pada Desember 2019 mendatang,” jelasnya.

Sementara itu, pengamat transportasi Djoko Setijowarno berharap teknologi satelit nano bisa diaplikasikan untuk membantu pemerintah mengatur angkutan dengan muatan berlebihan (over dimension overload/ODOL).

“‘Tracking’ (pelacakan) mungkin bisa ya. Tapi apa mungkin bisa juga dengan satelit ini terpantau dimensi atau muatan mereka sehingga tidak perlu melewati jembatan timbang. Kalau bisa, ini tentu akan sangat bagus untuk dikembangkan,” katanya.

Penggunaan satelit nano juga diharapkan bisa digunakan untuk pelintasan sebidang kereta api hingga untuk mengurangi kecelakaan kapal laut.

 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cek Ijasah Melalui SIVIL

Untuk memastikan keabsahan ijasah anda, pastikan nomor ijasah anda dapat diverifikasi melalui SIVIL. Nah Untuk Cek ijazah yang sudah dilaporkan di tahun tersebut bisa melalui menu sebagai berikut :

Buka laman forlap : https://ijazah.ristekdikti.go.id/
link sivil

sivil

 

Kita focus pada isian Formulir Verifikasi, dimana kita harus mengisi field yang sudah disediakan, berikut contoh isiannya :

sivil1

  1. Isikan Nama Perguruan Tinggi Anda, contoh disini adalah Universitas Buddhi Dharma
  2. Isikan No seri Ijasah Anda sesuai yang tertera didalam ijazah
  3. Isikan penjumlahan dari yang tertera dalam field Penjumlahan
  4. Klik VERIFIKASI

 

Sivil 2

 

Tampilan jika data ditemukan pada laman SIVIL Dikti.
Tetapi tidak semua data ini dapat ditemukan, khusus dibawah tahun 2015 (untuk itu bias dilihat melalui laman forlap.ristekdikti.go.id,  dikarenakan SIVIL Dikti dimulai 2015.

Cara Cek Data Mahasiswa Di Forlap PDDIKTI

Artikel asli : http://sevima.com/cara-cek-data-mahasiswa-forlap-pddikti/

Sebagai bentuk pertanggungjawaban sebuah institusi pendidikan untuk selalu melaporkan data mahasiswa beserta dengan kegiatan akademik, maka semua institusi pendidikan di bawah Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) Pendidikan Tinggi  wajib untuk melaporkan seluruh kegiatan akademik ke Kemristek Dikti melalui laman PDDIKTI (Forlap Dikti).

Selain sebagai bentuk tanggungjawab, database PDDIKTI bisa juga digunakan sebagai rujukan pada lulusan institusi perguruan tinggi untuk mendapatkan pengakuan atas capaian selama melaksanakan kegiatan akademik. Hal ini dikarenakan, jika sesorang dikatakan mahasiswa atau lulusan yang datanya tidak tercantum dalam laman PDPT Dikti (forlap Dikti) maka keberadaannya sebagai mahasiswa atau lulusan akan dipertanyakan.

Langsung saja, ini simulasi bagaimana cara melihat data mahasiswa di laman PDDIKTI (forlap).

  1. Langkah pertama silahkan mengunjungi laman PDDIKTI di :https://forlap.ristekdikti.go.id/ atau http://forlap.dikti.go.id/
  2. Setelah masuk di PDPT Dikti, selanjutnya silahkan masuk pada Menu > Pencarian Datasub menu > Profil Mhs

  3. Kemudian anda akan diarahkan pada halaman Pencarian data mahasiswa.
  4. Untuk nama perguruan tinggi silahkan masukkan Kode (ini jika anda tahu kode perguruan tinggi anda saja, supaya lebih cepat ketemu) tetapi jika tidak tahu, anda bisa tulis nama perguruan tinggi kalian, tulis perlahan saja nanti akan ditampilkan daftar perguruan tinggi tujuan anda. (Pastikan perguruan tinggi terdaftar)
  5. Kemudian pilih prodi asal anda, kata kunci bisa NIM atau Nama (yang lebih tepat NIM)
  6. Kemudian masukkan kode captchadengan benar dan Klik > Cari Mahasiswa (jika captcha sudah betul akan tetapi masih dianggap salah oleh sistem, ganti/klik gambar captcha)
  7. Setelah itu anda akan diarahkan ke laman data mahasiswa hasil pencarian (Selamat anda berhasil)
  8. Untuk melihat detail mahasiswa silahkan klik Nama Mahasiswa anda, sehingga anda akan diarahkan ke laman detail profil mahasiswa.
  9. Untuk melihat riwayat study bisa di klik tulisan > Riwayat Study

Bagaimana mudah bukan? dan dengan kesamaan data yang ada di laman PDPT Dikti / Forlap Dikti, maka secara sah pengakuan atas keberadaan mahasiswa akan bisa diakui dan bisa digunakan sebagai rujukan.

Setelah terdaftar, kamu sekarang tidak perlu ragu lagi untuk daftar PNS, melanjutin kuliah atau mencari kerja. Semoga membantu, dan kamu boleh share artikel ini diakun sosial media kamu, jika menurutmu petunjuk ini bermanfaat.

Namun banyak sekali pertanyaan yang masuk tentang; jika data kita ada yang salah atau tidak sesuai, bagaimana cara merubahnya dan apa saja persyaratannya? ya jawabanya sudah kami tulis disini: Apa Syarat Perubahan Data Mahasiswa (PDM) di Forlap Ristekdikti ?

Nb: Untuk rekan-rekan yang mengalami kesulitan dan eror saat mengakses Forlap Dikti, baca artikel ini kenapa tidak bisa diakses akhir-akhir ini: Kenapa Forlap DIKTI Susah Diakses? Ternyata Ini Penyebabnya

William Tansil (Bersama Tim) Mendapatkan Juara III Pada Transhub Challenge 2018

Alumni Universitas Buddhi Dharma, William Tansil dan tim (Ridho Irawan dan Andika Priyandana) meraih juara 3 pada Lomba Transhub Challenge Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) dan menerima Penghargaan dari Menteri Perhubungan Bapak Ir. Budi Karya Sumadi. William yang merupakan alumni angkatan 2014 Universitas Buddhi Dharma ini bersama timnya membuat “Mata Garuda”. “Mata Garuda” ini merupakan Aplikasi Big Data yang mengumpulkan (crawling) data dengan bantuan  perangkat keras satelit dan alat yang merekat di sarana transportasi (IoT).

“Mata Garuda” memanfaatkan komunikasi via satelit, navigasi satelit, dan memetakan sumber daya yang vital. Targetnya perusahaan antariksa penyedia layanan peluncuran satelit. Nantinya satelit yang digunakan, tidak perlu terlalu besar. Meluncurkannya menggunakan reusable rocket dengan perangkat IoT (Internet of Things) berbiaya rendah.

ONE DAY DHAMMA CLASS & DHAMMATALK with SAYADAW U KUNDADHANA

ONE DAY DHAMMA CLASS & DHAMMATALK with SAYADAW U KUNDADHANA.

_”Kālena dhammassavanam,Etammangalamuttamam”_.
“Mendengarkan Dhamma pada waktu yang sesuai adalah berkah utama”.

Salah satu manfaat dalam mendengarkan Dhamma adalah mendengarkan hal-hal yang belum pernah kita dengar atau ketahui sehingga menjadi pengetahuan baru.
Dengan mendengarkan dan mempelajari Dhamma yang baru maka semakin banyak kesempatan untuk mengembangkan kebajikan.
Kebajikan yang terus menerus dilakukan dapat membantu kita menuju pelenyapan nafsu dan tercapainya kedamaian.

Dengan mempelajari bahasa pali juga bermanfaat agar pada saat chanting dilafalkan dengan benar sehingga memiliki manfaat yang luar biasa dalam kehidupan sehari-hari.

Hadaya Vatthu Foundation bekerjasama dengan KMB Jayamanggala Universitas Buddhi Dharma dan BAB (Bidang Agama Buddha) Perkumpulan Boen Tek Bio mengadakan *Kelas Abhidhamma, Kelas Pali serta Dhammatalk*.

*Profil Guru:*
*Sayadaw U Kundadhana* (28 vassa)

 

Mohon melakukan pendaftaran terlebih dahulu bagi yang ingin menghadiri *ONE DAY DHAMMACLASS & DHAMMATALK*

Berikut link pendaftaran:
https://goo.gl/forms/AP9CfSaM9apFVHw42

 

Jadwal Kegiatan 23 September 2018 mulai pukul 08.45 WIB sampai selesai.
Tempat di Aula Universitas Buddhi Dharma.
Fasilitas yang diperoleh : Makan siang, Coffee break dan Sertifikat bagi mahasiswa yang hadir penuh.

Informasi lebih lanjut, hubungi :
LEVY O (HV) : 08127535653
STEPHANIE (HV) : 0811933717
WILDAN : 081211363196

 

Catatan : Bagi yang ingin berdana makan siang dapat berupa makanan vegetarian (tanpa telur, bawang dan susu boleh), serta membawa
tempat makan dan peralatan sendiri.